Andai dia tetap jalankan currency borad maka tidak terjerumus 98
Dalam keterpurukan Soeharto berbeda dengan Mahatir. Soeharto lebih cenderung berpikir solusi bukan membuat umpatan kebencian terhadap George Soros
Siapakah yang tidak kenal George Soros
Reputasi sebagai "The Man Who Broke the Bank of England" melekat setelah peristiwa besar 16 September 1992, yang dijuluki Black Wednesday¹ sorotan paling pedas tertuju padanya saat Krisis Finansial Asia 1997, meruntuhkan ekonomi Thailand, Malaysia, dan Korea Selatan. Soros dituding sebagai dalang di balik ambruknya mata uang Baht Thailand melalui aksi short-selling massive.Soros mengendus bahwa devaluasi baht akan terjadi sangat parah. Dengan modal kurang dari US$1 miliar, ia pun berspekulasi atas baht. Dan, benar saja, tak berselang lama, kebijakan nilai tukar mata uang Thailand berubah dari skema mengambang tetap menjadi mengambang bebas.
Nilai baht terjun bebas 60 persen melawan dolar AS. Quantum Fund menorehkan cuan yang fantastis. Arus modal keluar melanda Thailand. Tak berselang lama, kondisi serupa menular ke beberapa negara Asia lainnya.² Dari malaysia dikutip oleh kolumnis Daniel Moss. Mahathir memang kesal bukan kepalang, bahkan berani memainkan sentimen agama. Pasalnya, di tahun 1997-1998, negaranya termasuk juga Indonesia, berantakan akibat krisis ekonomi yang dalam pandangannya disebabkan oleh seorang miliarder Yahudi bernama George Soros³ Menariknya, Soros bukanlah seorang ekonom andal. CNN menyebut kebijakan ekonomi pria yang lahir pada 12 Agustus 1930 ini lebih didasarkan pada insting karena menurutnya kebijakan ekonomi justru sulit dijelaskan dengan pendekatan ilmiah ekonomi.
Soeharto sudah berhasil dengan idenya namun ditahan Currency Board System (CBS).
15 Januari 1998, Presiden Soeharto sebetulnya bakal menyepakati kebijakan yang disebut Currency Board System (CBS)⁴.⁴ Sejak awal tahun 1998, Hanke diangkat menjadi penasihat ekonomi Presiden Soeharto. Karena inilah dia punya keistimewaan berlebih: menjadi satu-satunya orang yang bebas bicara kepada Soeharto yang dikenal otoriter dan mampu mengintervensi kebijakan ekonomi Indonesia. Menariknya lagi, Soeharto pun 'manut' kepada Hanke.
Atas dasar inilah, Soeharto pun sangat setuju dengan sistem CBS dan langsung mengumumkannya secara resmi di pidato kenegaraan. Rosidi Rizkiandi lewat Mahasiswa dalam Pusaran Reformasi (2016) menyebut pengumuman itu membuat kurs rupiah terhadap dollar menguat 28% dan ekonomi berhasil bergairah.
Tak lama kemudian, Presiden AS Bill Clinton pun menelepon Soeharto pada 9 Januari 1998.
Clinton mendesak Soeharto segera bekerjasama dengan IMF. Soeharto terlanjur bingung dan tertekan. Dia ingin menyetujui kebijakan CBS, tetapi dia juga ditekan oleh pihak AS. Hingga akhirnya presiden manut dan menyepakati bantuan dana US$43 miliar dari IMF. Inilah awal mula Indonesia 'masuk neraka'.Pada akhirnya, suratan takdir dan sejarah telah mencatat Soeharto mengikuti arahan IMF meskipun itu menjadi sesuatu yang harus dibayar mahal. Sebab, keputusan ini berujung pada lengsernya dia dari kursi kepresidenan.
Hanke mengaku menyarankan secara langsung kepada Presiden Soeharto untuk mengambil kebijakan Currency Board System (CBS) saat krisis ekonomi 1998 silam. Pemimpin negara tiga dekade itu sempat menyetujui usulan Hanke dan mengumumkannya dalam pidato kenegaraan.Pertanyaan apa dan siapakah di balik dalang Bill Clinton kita akan lanjutkan di web berikut nya 😁
Referensi
- Analisa Spekulan George Soros dan Ancaman Krisis Ekonomi Indonesia https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/annajm-islamay-wisyesa/analisa-spekulan-george-soros-dan-ancaman-krisis-ekonomi-indonesia-24dVXgvl6wU
- Dosa George Soros dan Tudingan 'Biang Kerok' Krisis Moneter https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180509104039-532-296818/dosa-george-soros-dan-tudingan-biang-kerok-krisis-moneter
- Nah Lho! Ada Miliarder Yahudi Dibalik Hancurnya Ekonomi RI https://www.google.com/amp/s/www.cnbcindonesia.com/news/20230514202219-4-437195/nah-lho-ada-miliarder-yahudi-dibalik-hancurnya-ekonomi-ri/amp
- Orang Ini Nyaris Bisa Ubah Nasib Indonesia, Tapi...https://www.google.com/amp/s/www.cnbcindonesia.com/news/20230510090505-4-436049/orang-ini-nyaris-bisa-ubah-nasib-indonesia-tapi/amp



Komentar
Posting Komentar